.

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 15 September 2011

Cara Cek Blackberry Baru atau Second

Kalau kamu berencana membeli sebuah Blackberry, berikut ini ada cara sederhana untuk Membedakan Blackberry Baru dan Blackberry Second. Dengan demikian, untuk menghindari kesalahan, karena bisa saja ada pedagang yang mengatakan bahwa Blackberry yang dijualnya adalah Blackberry Baru padahal ternyata merupakan Blackberry Second atau blackberry rekondisi/refurbish. soalnya ada kasus temen gw beli Blackberry baru tapi beberapa hari kemudian ada yang add dia di BBM.

Bungkus yang rapi + segel bukan jaminan, sekali lagi BUKAN JAMINAN! jadi berhati-hatilah.. berikut adalah tips untuk membeli BB baru agar kita yakin, wajib dilakukan, terutama point nomor 2
  • Pertama tentu saja cek fisik mulai dari cassing, keyboard sampai layar. Kalau anda membeli Blackberry baru pastikan layar belum sedikitpun ada goresan (masih kinclong) demikian juga dengan cassing dan keyaboard.
  • Kedua, tekan tombol BB di Blackberry yang baru anda beli, kemudian pilih menu OPTION – STATUS kemudian ketik BUYR pada layar yang muncul perhatikan pada DATA dan VOICE USAGE, pastikan nilainya 0 jika Blackberry yang anda beli merupakan Blackberry Baru, ini artinya Blackberry tersebut belum dipakai untuk Nelp atau Internetan. kalau udah ada nilainya mending komplain aja sama penjualnya! berarti udah pasti gak baru.
  • Ketiga, ketik juga TEST lalu tekan Trackball dan pilih START gunanya untuk melakukan serangkaian test terhadap kondisi Blackberry. Beberapa bagian yang bisa dites misalnya Keyboard, Trackball, Bluetooth Audio, Misc, Handset Audio, Headset Audio, sampai GPS (bila Blackberry kamu built in GPS), pilih yang akan dites dan tekan RUN. Pastikan dalam TEST ini semua berjalan dengan baik

Rabu, 14 September 2011

Koneksi Internet Lewat Sinar Lampu

Ketika berinternet, baik saat di kedai kopi, memanfaatkan wifi gratis di ruang rapat, sampai mencuri koneksi internet tetangga sebelah, Anda kemungkinan akan mengalami frustasi karena lambatnya kecepatan internet ketika banyak alat terhubung ke satu jaringan.
Semakin banyak pengguna, semakin banyak perangkat, yang terhubung ke internet secara nirkabel, gelombang udara yang tersumbat akan menyulitkan pengguna untuk mendapatkan kekuatan sinyal.
Namun demikian, gelombang radio bukanlah satu-satunya bagian dari spektrum yang bisa membawa data. Ada gelombang lain yang bisa digunakan untuk menjelajah Internet.
Dikutip dari Good Technology, 9 Agustus 2011, Harald Haas, fisikawan Jerman mengungkapkan solusi baru yang ia sebut sebagai “data lewat iluminasi’ atau membawa fiber keluar dari fiber optik dengan mengirimkan data lewat lampu LED yang memiliki intensitas bervariasi yang jauh lebih cepat dibanding yang bisa ditangkap manusia.
Idenya sama dengan remote control imfra merah. Namun lebih kuat.
Haas menyebutkan, temuannya ini, yang ia sebut D-Ligth, bisa menghasilkan transmisi data dengan kecepatan di atas 10 megabit per detik yang jauh di atas kecepatan rata-rata sambungan broadband saat ini.
Menurut Haas, di masa depan data yang akan dipancarkan ke laptop, smartphone, dan tablet akan ditransmisikan lewat lampu yang ada di ruangan. Dan masalah soal keamanan juga jadi sangat mudah. Jika sinar lampu tidak ada, data tidak bisa ditransmisikan.
Haas berpendapat, banyak hal yang bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi ini. Mulai dari akses internet publik lewat lampu jalanan,  sampai kendaraan yang dikemudikan secara otomatis lewat lampu depannya.
Selain itu, data yang hadir melalui spektrum yang bisa dilihat seperti cahaya lampu bisa membantu meredakan kekhawatiran bahwa gelombang elektromagnetik yang hadir bersama WiFi dapat merusak kesehatan.(vivanews/populerkan.com)

Senin, 12 September 2011

Penyebab Kristen tidak Menentang Zionisme

Oleh : Hj Irena Handono,
Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center


Kejaman Zionis Israel terhadap warga Palestina sudah bukan rahasia lagi. Dunia mengetahuinya secara jelas. Tapi justru yang dituduh teroris adalah kaum Muslim.
Namun yang membuat kita tak habis pikir adalah sikap umat Kristen terhadap kekejaman Zionis Israel. Terutama sikap tokoh-tokoh agama Kristen. Adakah kutukan Paus atau pendeta-pendeta Protestan kepada Ariel Sharon? Tzipi Livni? Atau pendiri Negara Israel David Ben Gurion yang nyata-nyata mengakui bahwa negara Israel hanya bisa berdiri karena pembantaian Muslim Palestina di Deir Yassin. "Tanpa Deir Yassin tidak akan berdiri negara Israel" kata David Ben Gurion-Perdana Menteri Israel.

Mengapa Kaum Kristiani selalu mendukung setiap gerakan Yahudi (Zionis) di dunia Islam? Fakta terbaru yang bisa kita lihat adalah keberpihakan Vatikan, negara–negara Barat (Kristen), dan berbagai komunitas Kristen di berbagai belahan dunia terhadap setiap tindakan biadab Zionisme Israel. Bukankah Tuhan kaum Kristiani (Yesus) dibantai di tiang salib oleh Yahudi?

Hubungan Kristen-Yahudi

Sebenarnya siapa pun yang mengaku sebagai seorang Kristen, jika ia membaca ayat-ayat dalam kitab Talmud yang membicarakan tentang Yesus dan agamanya, tetapi masih saja mendukung Zionis-Yahudi, masih saja membantu Israel, masih saja setuju dengan sikap politik Zionis Israel, maka ia sebenarnya telah ikut-ikutan melecehkan agamanya sendiri, telah ikut-ikutan menghina Yesus sendiri.

Berikut ini adalah beberapa kutipan dalam Kitab Talmud, kitab suci umat Yahudi tentang Kristen danYesus:

"Pada malam kematiannya, Yesus digantung dan empat puluh hari sebelumnya diumumkan bahwa Yesus akan dirajam (dilempari batu) hingga mati karena ia telah melakukan sihir dan telah membujuk orang untuk melakukan kemusyrikan (pemujaan terhadap berhala)... Dia adalah seorang pemikat, dan oleh karena itu janganlah kalian mengasihaninya atau pun memaafkan kelakuannya"(Sanhedrin 43a).

"Yesus ada di dalam neraka, direbus dalam kotoran (tinja) panas" (Gittin 57a).

"Umat Kristiani (yang disebut 'minnim) dan siapa pun yang menolak Talmud akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan dihukum di sana bersama seluruh keturunannya" (Rosh Hashanah 17a).

"Barangsiapa yang membaca Perjanjian Baru tidak akan mendapatkan bagian 'hari kemudian' (akhirat), dan Yahudi harus menghancurkan kitab suci umat Kristiani yaitu Perjanjian Baru " (Shabbath 116a)

Inilah 'ungkapan hari' Talmud yang sesungguhnya tentang Yesus dan umat Kristen. Allah SWT telah banyak berfirman dalam ayat-ayat Alquran betapa Yahudi merupakan kaum yang sombong, angkuh, memusuhi kaum beriman, dan sebagainya. Bahkan fakta sejarah memaparkan jika kaum Yahudi dikenal sebagai kaum pembunuh para nabi utusan Allah SWT. Demikian juga Nabi Isa as, yang dimusuhi dan harus menghadapi kedzaliman kaum Yahudi. Seorang sutradara Hollywood telah membuat film tentang kedzaliman kaum Yahudi ini dalam karyanya "The Passion of Christ" Di dalam film tersebut kita bisa melihat bagaimana iblis selalu berada di tengah-tengah para pendeta Yahudi yang melaknati Yesus.

Ajaran Yesus atau Nabi Isa tidak lain adalah meneruskan ajaran Nabi Musa as yang sudah demikian disimpangkan oleh umat¬nya. Allah mengutus Nabi Isa as hanya untuk bani Israel bukan untuk disebarkan ke seluruh dunia.

Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmed (Muhammad)." ... (Qs. Ash Shaff: 6)

Namun Paulus atau Saul, seorang Yahudi dari Tarsus, menyusup ke dalam komunitas murid-murid Nabi Isa dan mengubah ajaran Nabi Isa as yang tadinya hanya untuk kaumnya sendiri menjadi agama yang ekspansif.

Kekristenan bersekutu dengan Zionisme

Injilnya adalah Injil Scofield (Dibuat oleh Cyrrus Ingerson Scofield, lahir 19 Agustus 1843). Dia veteran perang saudara Amerika dan sama sekali bukan ahli agama, pastor, atau pun sarjana. Scofield tak lebih dari seorang petualang yang pintar berbicara dan mudah meyakinkan orang. Tipikal orang seperti inilah yang kemudian dirasa cocok oleh Konspirasi Zionis untuk menjalankan misinya mengubah penafsiran umat Kristen terhadap Alkitab, yang akan membuat dunia Kristen menjadi domba-domba yang patuh terhadap apapun yang dilakukan Zionis-Israel. Latar belakang Scofield sendiri berasal dari keluarga yang berantakan, punya catatan kejahatan, dan sering menipu orang.

Dalam Injilnya, Scofield sebenarnya meneruskan pandangan John N Darby yang secara umum telah diterima oleh evangelikalisme arus utama dan fundamentalisme Protestan Amerika. Scofield Reference Bible kemudian menjadi Alkitab kaum fundamentalis Kristen di AS dan dunia. Seorang murid Scofield yang paling berpengaruh, Lewis Sperry Chafer, di tahun 1924 mendirikan Dallas Theological Seminary, Sekolah Theologi Amerika yang begitu bersemangat membela pandangan dispensasionalisme pramillenialis Darby dan Injil Scofield, dan yang jelas juga, mereka membela habis-habisan kepentingan Zionisme. Penafsiran Injil jenis inilah yang diproduksi di AS, yang sekarang menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia, sehingga menjadikan orang Kristen menjadi pendukung Israel.

Minggu, 11 September 2011

Estetika kebablasan dalam arsitektur masjid Jami’ Al-Baitul Amin Jember

Memberi prioritas antara “nilai estetis” dan ”nilai fungsi” dalam proses penciptaan arsitektur, barangkali merupakan pertimbangan awal yang harus dibangun dengan kokoh. Seringkali saya membatalkan kekaguman pada karya arsitektur bangunan karena saya menganggap sang perancang “amnesia” atau salah menimbang prioritas atas “nilai estetis” dan “nilai fungsi” tersebut. Saya sepakat jika estetika adalah hal mutlak dalam penciptaan karya seni. Namun dalam arsitektur bangunan, selera estetika sang arsitek harus diberangkatkan dari pemahaman atas fungsi bangunan yang akan dirancangnya.

Menomorsatukan nilai fungsi bukan berarti ”menyapih” nilai keindahan,tetapi mendasarkan pilihan-pilihan bentuk estetika rancangan pada nilai fungsi bangunan tersebut. Contoh beberapa karya cipta dari sedikit karya rancang bangunan yang mampu “mengawinkan” kedua nilai tersebut dengan baik—menurut saya—adalah gedung DPR/MPR RI, Gelora Bung Karno, dan Masjid Istiqlal. Memang harus diakui jika di negara ini, arsitektur yang berhasil memadukan nilai fungsi sekaligus estetika tidak banyak. Ambil contoh masjid Jami’ Al-Baitul Amin di kota Jember, Jawa Timur. Menurut saya, setelah hampir empat tahun hidup di kota tembakau ini, arsitektur masjid Jami’ Al-Baitul Amin secara estetis amboy-lah, tetapi bangunan peribadatan umat muslim yang terletak di sebelah Barat alun-alun kota ini terkesan menganaktirikan nilai fungsinya sebagai tempat peribadatan kolektif (jamaah).

Memahami nilai fungsi suatu bangunan yang akan dirancang saya kira tidak terlampau sulit, apalagi oleh seorang arsitek profesional. Hanya saja kekuatan nilai estetis yang memang menawarkan kepuasan psikologis lebih, seringkali mengecoh. Hal ini yang saya sebut sebagai estetika kebablasan. Nilai keindahannya pun menipu. Coba Anda bayangkan, jika pembangunan jalan layang yang sebenarnya diperuntukkan sebagai penyelesaian atas kemacetan dibangun dengan rumit, berkelok-kelok, memutar berkali-kali, hingga membentuk tokoh pewayangan Gatot Kaca misalnya. Jika kemudian saya berteriak bahwa hal tersebut adalah estetika yang menipu, anggap saja saya sedang berkata jujur sekaligus mengingatkan Anda untuk tidak melintasi jalan layang yang akan memperpanjang perjalanan Anda dengan kemacetan tersebut.

Jami’ Al-Baitul Amin, masjid kebanggaan masyarakat Jember ini, tidak mempunyai kubah yang terpisah di puncak bangunan seperti pada umumnya masjid-masjid di Indonesia, yang dalam hal ini bisa dikatakan sebagai pilihan estetis yang unik dan tidak konvensional. Bangunan masjid ini malah keseluruhannya adalah kubah dari bawah sampai atas sehingga mendapat sebutan sebagai “Masjid Jamur”. Masjid ini mempunyai lima kubah utama dan dua kubah kecil sebagai tempat wudu. Dari lima kubah utama ini terdapat satu kubah yang paling luas. Namun setiap kubah/ruang masjid tersebut tidak memiliki ruang interaksi mata yang memadai untuk pelaksanaan shalat jamaah. Berangkat dari hal tersebut, arsitektur yang mengagumkan dari luar ini sungguh ‘menipu’ ketika kita melihat masjid ini dari fungsi hakikinya sebagai peribadatan kolektif (shalat jamaah).

Shalat jamaah memiliki syarat-syarat tertentu, misalnya ruang tatap mata yang lepas antara makmum dan imam. Seorang ma’mum harus mengetahui gerakan shalat seorang imam,  baik dengan mendengar suara imam ataupun melihat gerakan ma'mum lain. Syarat semacam ini mensyaratkan bahwa ruang tatap antara ma’mum dan imam tak boleh terputus. Dengan konsep rancang bangun yang terpisah dan terbelah antara ruang satu dengan yang lain, arsitektur masjid Jami’ Al-Baitul Amin tentu ingkar pada persoalan syariat tersebut. Selain itu, shaf dalam shalat jamaah diharuskan lurus dan rapat, sehingga bentuk ruang yang melingkar pada masjid ini akhirnya menyisakan pojok-pojok barisan shalat yang menganga.

Barangkali jadi tidak menarik ketika menghubungkan rancang bangunan masjid dengan teknis religiositas (syariat), akan tetapi hal seperti ini dapat menjadi indikasi bahwa sang arsitek tidak terlampau detail mengolah berbagai pertimbangan-pertimbangan sebelum menentukan pilihan estetika yang akan dimunculkan sebagai bentuk visual bangunan. Lepasnya pertimbangan syariat dalam arsitektur masjid Jami’ Al-Baitul Amin ini yang saya sebut sebagai estetika yang mengecoh, menipu, dan akhirnya kebablasan. Adalah kesalahan fatal ketika menganaktirikan nilai fungsi dalam memunculkan kekuatan arsitektur sebuah bangunan atas nama estetika.

Mengawalkan segala pemilihan bentuk-bentuk estetis dalam rancang bangun dari nilai fungsi bukan merupakan pembatasan kreatif melainkan menempatkan estetika dengan bijaksana. Masjid Jami’ Al-Baitul Amin Jember menjadi salah satu arsitektur bangunan yang lalai pada pemrioritasan tersebut. Fungsi teknis religiositas tersebut justru merupakan hal yang penting dalam bangunan semacam masjid atau tempat peribadatan. Menimbang nilai fungsi dengan sedetail-detailnya adalah penting untuk melahirkan estetika yang tidak kebablasan. Disiplin apapun tak akan mampu berdiri sendirian karena begitu banyak hal yang harus ditumbang dan ditimbang.***


Add caption






















Halim Bahriz adalah mantan Ketua Umum UKM Kesenian Universitas Jember, Jawa Timur, periode 2009/2010. Menyukai dunia seni rupa dan karya cipta visual sejak kecil, ia bercita-cita menjadi arsitek, namun setelah dikandaskan hasil SMPTN, ia menjadi mahasiswa jurusan Sastra Indonesia Universitas Jember angkatan 2007. Ia lalu memutuskan untuk tidak melanjutkan studi sastranya di kampusnya dan lebih memilih beraktivitas di luar kampus. Bersama beberapa temannya, ia sedang merintis Kelompok Tikungan: Tak Harus Lurus, yang berkonsentrasi di wilayah seni dan pertunjukan. Ia pernah memenangkan sayembara penulisan lakon tingkat Jawa Timur. Ia juga sempat aktif melukis, walaupun hari-hari ini lebih banyak menghabiskan waktunya dengan ngopi dan bercanda.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More